Tentang Kami

Apa itu GAPKI?

  • GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) adalah organisasi yang mewadahi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit di Indonesia. Didirikan pada tahun 1981, GAPKI memiliki peran penting dalam pengembangan industri sawit nasional secara profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

 Fungsi Utama GAPKI

  • Advokasi & Kebijakan: Menyuarakan kepentingan anggota kepada pemerintah dan lembaga terkait.
  • Fasilitasi Keberlanjutan: Mendorong implementasi sertifikasi ISPO/RSPO dan praktik pertanian lestari.
  • Pendidikan & Informasi: Menyediakan pelatihan, seminar, dan data industri kepada anggota.
  • Promosi & Branding: Meningkatkan citra sawit Indonesia secara nasional dan internasional.
  • Kemitraan: Mendorong pola hubungan yang adil antara perusahaan dan petani sawit.

Peran GAPKI di Tingkat Global

  • GAPKI berperan aktif dalam forum internasional untuk membela kepentingan industri sawit Indonesia, menghadapi kampanye negatif, dan memperkuat posisi sawit sebagai komoditas strategis dunia.

Kehadiran Wilayah

  • GAPKI memiliki kepengurusan di tingkat pusat dan daerah (DPC), seperti di Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan wilayah penghasil sawit lainnya.



Misi Kami

🧭 Misi Mewakili dan memperjuangkan kepentingan industri kelapa sawit. Mendorong praktik usaha yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab sosial. Menyediakan data, informasi, dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas anggota. Menjadi mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan industri sawit.

Visi Kami

🎯 Visi Menjadi organisasi yang mendorong industri kelapa sawit Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif di pasar dunia.

Layanan Kami


Blog Terbaru


GAPKI Kalteng Salurkan Bantuan Sarpras Karhutla untuk GP Ansor

PALANGKA RAYA ? Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah membutuhkan sinergi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pelaku usaha, masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga relawan.Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah dengan menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) penanganan karhutla kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Kalteng, Jumat (11/9).Bantuan diserahkan Ketua GAPKI Cabang Kalteng Au Rizky Djaya yang diwakili Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng Rawing Rambang kepada Ketua GP Ansor Provinsi Kalteng Arjoni S.Pd.I.Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng Rawing Rambang mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian GAPKI terhadap upaya penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.Menurutnya, persoalan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, serta berbagai organisasi lainnya.?Karhutla ini harus kita hadapi bersama secara sinergis. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan organisasi lainnya perlu saling mendukung agar penanganannya dapat dilakukan dengan baik,? ujar Rawing.Ia menjelaskan, bantuan sarpras karhutla juga telah disalurkan GAPKI kepada sejumlah organisasi maupun relawan yang dinilai membutuhkan dukungan dalam menjalankan upaya penanganan karhutla di lapangan.GAPKI, lanjutnya, akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung penanganan karhutla agar dapat dilakukan secara tepat dan memberikan manfaat.Sementara itu, Ketua GP Ansor Provinsi Kalteng Arjoni S.Pd.I menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GAPKI atas bantuan yang diberikan.Ia menilai, dukungan sarpras tersebut sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di Kalteng.?Bantuan sarana dan prasarana ini sangat kami butuhkan saat ini. Terima kasih atas kepedulian GAPKI. Mudah-mudahan karhutla di Kalteng dapat segera berakhir,? ungkapnya.Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sekaligus membantu masyarakat dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut. (ovi)

Borneo Forum ke-9 Tahun 2026

REGISTRASI PESERTA TELAH DIBUKA!Mari bergabung dalam 9th Borneo Forum 2026, forum strategis industri kelapa sawit terbesar di Kalimantan yang menghadirkan para pemangku kepentingan, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama membahas masa depan industri sawit Indonesia.Tanggal: 6?7 Agustus 2026Tempat: Convention Hall Platinum Hotel BalikpapanAgenda: Talkshow & ExhibitionInvestasi Peserta: Rp1.000.000 Per pesertaDapatkan kesempatan untuk:Mengikuti talkshow bersama narasumber nasional dan praktisi industriMemperluas jaringan bisnis dan kolaborasiMengunjungi exhibition produk dan inovasi industri sawitMendapatkan e-certificate dan seminar kitMenambah wawasan tentang perkembangan terkini industri kelapa sawitTema:"Resilience, Innovation, and Transformation: Empowering the Palm Oil Industry Beyond SustainabilitSegera daftarkan diri Anda dengan memindai QR Code pada flyer atau hubungi panitia untuk informasi lebih lanjut.PIC: 0812-5800-0084Mari menjadi bagian dari sinergi, inovasi, dan transformasi menuju masa depan industri sawit yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kinerja Sawit Melesat, Produksi dan Ekspor Indonesia Tumbuh Positif pada Semester I 2026

PALANGKA RAYA ? Industri kelapa sawit nasional menunjukkan kinerja yang menggembirakan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan Siaran Pers Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat tertanggal 14 Juli 2026, produksi, konsumsi domestik, hingga ekspor minyak sawit Indonesia mengalami pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025.Data GAPKI mencatat, selama periode Januari?Mei 2026, total produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 25,013 juta ton, meningkat 10,68 persen dibandingkan periode Januari?Mei 2025 yang tercatat sebesar 22,600 juta ton.Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, MP, mengatakan tren positif tersebut menjadi indikator bahwa industri kelapa sawit nasional masih memiliki prospek yang kuat hingga akhir tahun.Di sisi konsumsi dalam negeri, serapan minyak sawit mencapai 10,743 juta ton, atau tumbuh 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 10,200 juta ton.Pertumbuhan juga tercermin pada sektor ekspor. Selama lima bulan pertama tahun ini, volume ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 13,320 juta ton, meningkat 10,26 persen dibandingkan Januari?Mei 2025 yang sebesar 12,080 juta ton.Tak hanya dari sisi volume, nilai ekspor juga mengalami kenaikan signifikan. GAPKI mencatat nilai ekspor kelapa sawit Indonesia pada Januari?Mei 2026 mencapai US$15,526 miliar, atau naik 13,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$13,41 miliar.Kenaikan tersebut turut didukung oleh membaiknya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar internasional. Rata-rata harga CPO di Rotterdam selama Januari?Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 yang berada di level US$1.186 per ton.Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan industri sawit tidak hanya memberikan dampak terhadap penerimaan devisa negara, tetapi juga mendukung sektor industri hilir, penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi, hingga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.Kinerja positif pada awal tahun 2026 ini diharapkan dapat terus terjaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk menjaga keberlanjutan industri sawit yang berdaya saing tinggi di pasar global.Sumber: Siaran Pers GAPKI Pusat, 14 Juli 2026. Keterangan disampaikan melalui Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, MP. 

GAPKI Kalteng: Selamat HUT ke-69 Kota Palangka Raya, Dorong Sinergi untuk Kemajuan Daerah

PALANGKA RAYA ? Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Palangka Raya yang jatuh pada 17 Juli 2026, Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah, Dr. Ir. Rawing Rambang, MP, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang pembangunan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Menurut Rawing Rambang, usia ke-69 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai kota yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.Ia menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah, termasuk mendukung pembangunan Kota Palangka Raya sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan jasa.Rawing juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha terus diperkuat guna menciptakan iklim investasi yang sehat, meningkatkan lapangan kerja, serta mempercepat pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.Peringatan HUT ke-69 Kota Palangka Raya menjadi refleksi atas sejarah panjang berdirinya kota yang diprakarsai Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Tonggak pembangunan Kota Palangka Raya ditandai dengan peletakan tiang pertama pembangunan pada 17 Juli 1957, yang kemudian menjadi hari jadi resmi Kota Palangka Raya.Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya terus berkembang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan pelayanan publik dengan semangat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.Mengakhiri ucapannya, Dr. Ir. Rawing Rambang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-69 sebagai penguat persatuan dalam membangun Kota Palangka Raya yang semakin maju.

KUHP Baru dan TPPO Jadi Sorotan, GAPKI Kalteng Perkuat Kepatuhan Hukum Industri Sawit

PALANGKA RAYA, KALTENGNEWS.ID ? Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ?Kupas Tuntas KUHP Nasional (UU Nomor 1 Tahun 2023) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Risiko, Tanggung Jawab Korporasi, dan Mitigasi bagi Industri Sawit?, di Hotel Aquarius Boutique, Sampit, Kotawaringin Timur, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan unsur penegak hukum, akademisi, praktisi hukum, serta pelaku usaha perkebunan kelapa sawit sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang di lingkungan industri perkebunan. Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan regulasi pidana nasional menuntut seluruh perusahaan perkebunan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Forum kemudian membahas berbagai aspek penerapan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya yang berkaitan dengan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Para peserta juga memperoleh pemaparan mengenai potensi risiko hukum, langkah mitigasi, serta strategi membangun sistem kepatuhan (compliance) di lingkungan perusahaan. Dalam sesi pertama, narasumber dari kalangan praktisi hukum mengulas perspektif KUHP baru terhadap penyelesaian persoalan hukum di industri perkebunan kelapa sawit. Selanjutnya, perwakilan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memaparkan strategi mitigasi permasalahan hukum melalui penerapan ketentuan dalam KUHP Nasional.Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menyampaikan materi mengenai peran kejaksaan dalam penanganan kasus pelanggaran hukum berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2023, termasuk penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Memasuki sesi kedua, forum membahas isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berkaitan dengan penempatan tenaga kerja di sektor perkebunan. Pembahasan mencakup strategi pencegahan TPPO, kebijakan ketenagakerjaan daerah, hingga sinergi antara kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mencegah praktik eksploitasi tenaga kerja. Narasumber berasal dari berbagai institusi, antara lain Polda Kalimantan Tengah, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, GAPKI Pusat, praktisi hukum, akademisi, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta yang berasal dari perusahaan anggota GAPKI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait implementasi aturan baru, perlindungan tenaga kerja, hingga mekanisme mitigasi risiko hukum yang dapat diterapkan perusahaan. Melalui forum ini, GAPKI Kalimantan Tengah berharap seluruh perusahaan perkebunan anggota semakin memahami perubahan regulasi pidana nasional dan mampu menerapkan sistem kepatuhan hukum yang efektif. Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan TPPO sekaligus menciptakan iklim usaha perkebunan yang berkelanjutan, taat hukum, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak tenaga kerja.

GAPKI Kalteng Gandeng Aparat Perkuat Pencegahan TPPO di Industri Sawit

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO menjadi salah satu perhatian utama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah. Hal itu diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aquarius Boutique Sampit, yang menghadirkan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan isu TPPO harus dipahami secara menyeluruh oleh perusahaan perkebunan agar proses perekrutan hingga penempatan tenaga kerja berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan. "Industri sawit harus memastikan seluruh proses ketenagakerjaan berjalan sesuai aturan. Karena itu, kami menghadirkan berbagai pihak agar perusahaan memperoleh pemahaman yang sama mengenai pencegahan TPPO," ujarnya pada Rabu, 15 Juli 2026.Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai strategi pencegahan TPPO dalam penempatan tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit, kebijakan penempatan tenaga kerja di Kalimantan Tengah, hingga peran kepolisian dan kejaksaan dalam penanganan kasus TPPO. Narasumber berasal dari GAPKI Pusat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, BPJS Ketenagakerjaan, Polda Kalimantan Tengah, serta Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah. Rawing berharap seluruh perusahaan anggota GAPKI dapat memperkuat sistem perekrutan tenaga kerja yang transparan dan sesuai regulasi, sehingga dapat mencegah munculnya praktik-praktik yang berpotensi mengarah pada tindak pidana perdagangan orang. "Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha, kami optimistis iklim ketenagakerjaan di sektor perkebunan akan semakin baik dan memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)

Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1447 H

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1447 H

GAPKI Kalteng Dukung Inovasi Agrokimia Ramah Lingkungan dalam Perkebunan Sawit

Hotel Aquarius Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi saksi perhelatan penting pada 30 Juli 2025, ketika PT UPL Indonesia menggelar seminar bertajuk ?The Role of Innovation and Technology in Sustainable Palm Plantation and Addressing Climate Change.? Acara ini dihadiri oleh para pelaku industri kelapa sawit, termasuk Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Syaiful Panigoro, dan jajaran pengurus GAPKI. Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyebut acara ini sebagai momentum strategis untuk mendorong transformasi sektor perkebunan menuju praktik yang lebih berkelanjutan. ?Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT UPL Indonesia yang mempertemukan pelaku industri untuk bersama-sama membahas penggunaan agrokimia yang ramah lingkungan,? ujar Rawing kepada Borneonews pada Rabu malam, 30 Juli 2025. Menurut Dosen Universitas Kristen Palangka Raya atau UKPR ini, penggunaan bahan agrokimia yang tidak merusak tanah, udara, dan air sangat penting untuk menjamin keberlanjutan industri sawit di Kalimantan Tengah. Ia menekankan bahwa pengelolaan perkebunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan bukan hanya sebuah tren, melainkan kebutuhan jangka panjang. Dalam seminar tersebut, PT UPL Indonesia memaparkan berbagai teknologi dan inovasi terkini yang telah digunakan secara global untuk menunjang keberlanjutan sektor agribisnis. Para peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan sesi berbagi pengalaman dari berbagai perusahaan. Rawing menyebut, partisipasi aktif GAPKI dalam acara ini merupakan komitmen nyata asosiasi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan teknologi. Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan kebun masing-masing. ?Seminar ini telah membuka wawasan baru bagi kami semua. Kami yakin melalui kolaborasi seperti ini, industri sawit akan makin berdaya saing dan ramah terhadap ekosistem,? tutur Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.

Pengurus GAPKI Kalteng


Au. Rizky Djaya D

Au. Rizky Djaya D

Ketua Cabang
Siswanto

Siswanto

Wakil Ketua I
Yussiglen Tubalawony

Yussiglen Tubalawony

Wakil Sekretaris I
Taufik Arif Iskandar

Taufik Arif Iskandar

Wakil Sekretaris II
Syahrial Tanjung

Syahrial Tanjung

Bendahara
Kutut Wibowo

Kutut Wibowo

Wakil Bendahara I
Sugeng Wijiyanto

Sugeng Wijiyanto

Wakil Bendahara II
Luqman Hakim Fajar

Luqman Hakim Fajar

Wakil Ketua II

Langganan - Dapatkan Pembaruan & Berita Terbaru